pkbm-dalmas-lawang-pembuatan-telur-asin-1

Kegiatan Pembuatan Telur Asin di PKBM Dalmas Lawang

Belajar tidak selalu harus di dalam ruang kelas. Di PKBM Dalmas Lawang, proses pembelajaran dirancang agar peserta didik bisa memahami konsep kehidupan nyata melalui kegiatan praktik. Salah satu kegiatan menarik yang baru saja dilaksanakan adalah praktek pembuatan telur asin.
Kegiatan ini bukan hanya tentang belajar resep, tetapi juga tentang menumbuhkan keterampilan hidup (life skill) dan semangat berwirausaha di kalangan peserta didik pendidikan kesetaraan.


Pembelajaran Praktik sebagai Bagian dari Pendidikan Kesetaraan

PKBM Dalmas Lawang selalu berkomitmen memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kreatif, dan bermanfaat. Melalui kegiatan praktek pembuatan telur asin, peserta didik dilatih untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan mengembangkan kemampuan motorik halus serta ketelitian.

Dalam konteks pendidikan kesetaraan, metode pembelajaran seperti ini membantu peserta memahami konsep ekonomi rumah tangga, produksi makanan, serta nilai usaha kecil. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami langsung proses produksi dari bahan mentah hingga produk siap konsumsi.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk melihat bahwa setiap keterampilan, sekecil apa pun, bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi bila ditekuni dengan sungguh-sungguh.


Langkah-Langkah Praktek Pembuatan Telur Asin

Kegiatan ini diawali dengan penjelasan singkat dari tutor mengenai sejarah, manfaat, dan proses kimia sederhana di balik pengasinan telur. Setelah itu, peserta didik langsung melakukan praktik di bawah bimbingan pendidik.

Pemilihan dan Pembersihan Telur

Langkah pertama adalah memilih telur berkualitas baik, biasanya telur bebek yang memiliki cangkang tebal. Telur dibersihkan dari kotoran agar proses pengasinan berjalan sempurna dan tidak menimbulkan bau tidak sedap.

Proses Perendaman dan Pengasinan

Selanjutnya, peserta didik menyiapkan campuran garam dengan abu gosok atau tanah liat yang sudah dibasahi. Telur dilapisi adonan tersebut hingga tertutup rata, lalu disimpan dalam wadah tertutup selama kurang lebih 10–14 hari.
Pada tahap ini, tutor menjelaskan konsep osmosis dan bagaimana garam dapat masuk ke dalam pori-pori cangkang telur. Peserta belajar sains sederhana melalui pengalaman nyata.

Tahap Perebusan dan Pengecekan Hasil

Setelah masa perendaman selesai, telur dicuci bersih lalu direbus hingga matang. Inilah saat yang paling dinanti peserta didik — melihat hasil karya mereka sendiri! Warna kuning telur yang lebih merah dan rasa gurih yang khas menjadi bukti bahwa proses pembuatan berjalan dengan baik.


Nilai Edukatif dan Kemandirian Peserta Didik

Kegiatan pembuatan telur asin di PKBM Dalmas Lawang bukan hanya menghasilkan produk olahan, tetapi juga menumbuhkan karakter dan kemandirian. Peserta didik belajar tentang pentingnya kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan mereka.

Selain itu, kegiatan ini mengajarkan bagaimana mengelola bahan, menghitung biaya produksi, serta menilai potensi usaha dari hasil yang mereka buat. Dengan bimbingan tutor, para peserta didik juga diajak berdiskusi mengenai cara menjual produk sederhana seperti telur asin untuk melatih jiwa kewirausahaan sejak dini.


Semangat PKBM Dalmas Lawang dalam Meningkatkan Kualitas Belajar

Melalui kegiatan seperti ini, PKBM Dalmas Lawang terus berupaya menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan kontekstual. Setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai minat dan potensinya.
Program pelatihan keterampilan ini merupakan bagian dari visi besar lembaga dalam mencetak lulusan pendidikan kesetaraan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Kegiatan praktek pembuatan telur asin hanyalah salah satu contoh kecil dari banyak kegiatan kreatif yang dilakukan PKBM Dalmas Lawang. Diharapkan, melalui pembelajaran berbasis praktik ini, peserta didik dapat lebih percaya diri, memahami nilai kerja keras, dan siap menghadapi dunia nyata dengan semangat baru.


Kesimpulan

Pendidikan kesetaraan bukan sekadar menggantikan sekolah formal, tetapi juga membuka jalan bagi siapa pun untuk belajar dengan cara yang lebih relevan dengan kehidupan. Melalui pembuatan telur asin, peserta didik tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai kehidupan — mulai dari kesabaran, tanggung jawab, hingga semangat wirausaha.

Kegiatan sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa PKBM Dalmas Lawang terus berinovasi menghadirkan pembelajaran bermakna, menyenangkan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.